Rubrik pribadi

Pengalaman PPG

Menjadi guru Bimbingan dan Konseling (BK) bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati untuk mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Itulah yang saya rasakan sepanjang menempuh PPG Prajabatan di Universitas Pendidikan Indonesia.Awalnya, saya sempat bimbang. Ketika pengumuman penerimaan PPG keluar, saya harus memilih: tetap mengajar atau resign demi melanjutkan pendidikan. Melepaskan pekerjaan yang sudah saya jalani bukan keputusan yang mudah. Namun, setelah berdiskusi dan merenung, saya yakin bahwa ini adalah investasi terbaik untuk menjadi pendidik yang profesional.Pengalaman paling berkesan datang saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Di sana saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru: karakter siswa yang beragam, perbedaan karakter guru, hingga budaya sekolah yang berbeda dari yang saya kenal. Dari situ saya belajar bahwa setiap siswa unik, dengan latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Bagi calon guru BK, kemampuan memahami dan menerima keberagaman ini adalah fondasi penting dalam membangun hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan dengan siswa.Saya juga menyadari bahwa teori yang dipelajari di bangku kuliah tidak selalu semudah itu diterapkan di lapangan. Menghadapi situasi nyata, mulai dari mengelola kelas hingga merespons permasalahan siswa, menuntut kepekaan, kesabaran, dan kemampuan berpikir cepat. Dari proses itu saya belajar banyak tentang bagaimana praktik mengajar dan layanan bimbingan yang baik dijalankan.Selama PPL, saya juga ikut mendampingi satu kegiatan ekstrakurikuler. Di luar kelas, saya melihat sisi lain siswa: potensi, minat, dan karakter yang kadang tidak tampak saat pembelajaran. Pengalaman ini menguatkan keyakinan saya bahwa guru BK perlu mengenal siswa secara utuh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari minat, bakat, dan kepribadiannya.Kini saya menyadari bahwa keputusan itu tepat. PPG bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar dan berkembang. Saya berharap kelak dapat menjadi guru BK yang hadir sebagai pendengar, pendamping, dan penguat bagi setiap peserta didik.

12 Oktober 2026

Ketika Siswa Menemukan Makna dalam Cerpen

Dari jawaban yang berbeda-beda, kami belajar bahwa membaca bukan sekadar mencari satu jawaban yang dianggap paling benar.

2 views · 0 tanggapan
Baca selengkapnya →
12 Oktober 2026

Hati-hati dengan Spasi

Berawal dari kesalahan kecil pada sebuah kalimat, kelas Bahasa Indonesia berubah menjadi percakapan tentang makna.

2 views · 0 tanggapan
Baca selengkapnya →